Kawal Perjalanan Damai IWFP 2026, Polres Jembrana Pastikan Kegiatan Thudong Berjalan Aman dan Lancar

Posted on

Polres Jembrana bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk melaksanakan pengamanan kegiatan perjalanan spiritual Indonesian Walk For Peace (IWFP) 2026 atau Thudong yang diikuti sebanyak 55 Bikkhu, Minggu malam.

Rombongan Bikkhu tiba di Vihara Empu Astapaka, Gilimanuk, sekitar pukul 20.20 Wita dalam rangka melaksanakan perjalanan spiritual menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 B.E. yang puncak perayaannya akan dipusatkan di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026 mendatang.

Perjalanan spiritual tersebut menempuh rute Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga menuju Candi Borobudur sebagai simbol perdamaian, toleransi, serta penguatan nilai-nilai kebhinekaan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk menyampaikan bahwa pihak kepolisian melaksanakan pengamanan secara maksimal guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan seluruh kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan spiritual, dapat berjalan dengan kondusif. Pengamanan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap terciptanya kerukunan dan toleransi antar umat beragama,” ujarnya.

Selama berada di Kabupaten Jembrana, rombongan Bikkhu bermalam di Vihara Empu Astapaka sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk menyeberang ke Banyuwangi pada Senin pagi.

Kegiatan pelepasan direncanakan dihadiri oleh Bupati Jembrana, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, Majelis Desa Adat, pengurus vihara, paguyuban etnis nusantara, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah undangan lainnya.
Sebanyak 24 personel Polres Jembrana dan Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk diterjunkan dalam pengamanan kegiatan tersebut, baik secara terbuka maupun tertutup, dipimpin Pawas AKP I G A Kd Semara Putra, SH., MH.

Dengan sinergi seluruh pihak, kegiatan perjalanan spiritual IWFP 2026 di wilayah Jembrana berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kebersamaan, sekaligus menjadi wujud nyata toleransi dan harmoni antarumat beragama di Kabupaten Jembrana.