
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.30 WITA tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-15 SMA Negeri 2 Mendoyo. Dengan konsep dialog dan ngobrol santai, personel Satlantas menyampaikan berbagai pesan keselamatan berlalu lintas kepada para siswa.
Kegiatan diikuti guru dan siswa SMA Negeri 2 Mendoyo serta dilaksanakan oleh Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta, S.H., Kanit Kamsel dan personel Unit Kamsel Satlantas Polres Jembrana.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar mendapatkan edukasi mengenai etika berlalu lintas, bahaya berkendara bagi anak di bawah umur, pentingnya mengutamakan keselamatan serta upaya mencegah agar generasi muda tidak menjadi pelaku maupun korban kecelakaan lalu lintas.
Satlantas Polres Jembrana juga mensosialisasikan layanan Call Center Polri 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan maupun melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Jembrana mengatakan, program SEBATAS NGOPI merupakan salah satu upaya Satlantas membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelajar sekaligus menyampaikan edukasi keselamatan dengan cara yang lebih santai dan mudah diterima.
“Kami ingin edukasi lalu lintas tidak hanya disampaikan dalam bentuk sosialisasi formal. Melalui SEBATAS NGOPI, kami mengajak para siswa berdiskusi dan ngobrol bersama sehingga pesan-pesan keselamatan bisa lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kanit Kamsel.
Ia menegaskan, pelajar merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam edukasi keselamatan berlalu lintas. Sebab, kesadaran tertib berlalu lintas yang dibangun sejak usia sekolah diharapkan dapat menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa.
“Kami mengimbau para siswa untuk tidak mengendarai sepeda motor apabila belum memenuhi ketentuan usia dan persyaratan. Jangan hanya memikirkan bisa mengendarai kendaraan, tetapi yang paling penting adalah keselamatan. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan berani mengingatkan teman apabila melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk kelalaian, pelanggaran aturan, kurangnya konsentrasi serta perilaku berkendara yang tidak mengutamakan keselamatan. Karena itu, para pelajar diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dengan membangun budaya tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, personel Satlantas juga mengajak siswa untuk memahami bahwa mematuhi aturan lalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari penindakan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Melalui program SEBATAS NGOPI, Satlantas Polres Jembrana berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam edukasi lalu lintas dengan pendekatan yang humanis, komunikatif dan menyentuh langsung kalangan generasi muda.
Diharapkan kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran pelajar untuk menjadi pengguna jalan yang disiplin serta ikut menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Jembrana.
