JEMBRANA – Setelah sempat dilaporkan hilang saat mandi di Pantai Tembles, Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, seorang warga negara Polandia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Pantai Air Kuning, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana.
Jenazah WNA tersebut kemudian diserahkan oleh jajaran Polres Jembrana kepada pihak yang mewakili keluarga untuk selanjutnya menjalani proses kremasi. Penyerahan berlangsung di Kamar Jenazah RSUD Negara, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.
WNA tersebut diketahui bernama Marcin Dawid Ryzycki. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat mandi di Pantai Tembles pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.
Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan oleh masyarakat di tepi Pantai Air Kuning, Banjar Anyar, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia.
Proses penyerahan jenazah dilakukan langsung oleh Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta, S.Sos., didampingi Ps. Kanit Gakkum Sat Polairud I Komang Juniantara, S.H., serta Ps. Kaur Identifikasi Sat Reskrim Aiptu I Putu Budiarta.
Jenazah diterima oleh pihak yang telah diberikan kuasa oleh keluarga korban untuk mengurus proses selanjutnya.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengatakan, proses penyerahan dilakukan setelah tahapan penanganan dan identifikasi terhadap jenazah selesai dilaksanakan sesuai prosedur.
“Penyerahan jenazah dilakukan kepada pihak yang menerima kuasa dari keluarga korban untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman atau kremasi sesuai dengan keputusan dan permintaan keluarga,” ujarnya.
Dalam proses tersebut, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Selanjutnya, jenazah dibawa oleh pihak penerima kuasa untuk menjalani proses kremasi di Krematorium Bahagia, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.
AKP I Putu Suparta menambahkan, jajaran Sat Polairud Polres Jembrana turut memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan secara tertib dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan penghormatan terhadap korban.
“Kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban. Kami juga memastikan proses penanganan dan penyerahan jenazah dapat berjalan dengan aman, tertib dan sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Kasat Polairud juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang melakukan aktivitas di kawasan pantai agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta mengutamakan keselamatan.
“Pantai memiliki potensi bahaya yang harus diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak memaksakan diri berenang atau mandi ketika kondisi laut tidak memungkinkan dan selalu memperhatikan arahan petugas maupun tanda-tanda keselamatan di kawasan pantai,” pungkasnya.



