Sempat Melarikan Diri, Akhirnya Pelaku Penyelundupan Penyu Hijau di Gilimanuk Ditangkap Satuan Polairud Polres Jembrana

Posted on

Jembranatimes.com, Polda Bali, Polres Jembrana – Setelah sempat melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pelaku utama penyelundupan penyu hijau, Ikram Akbal Pauwah (49), warga Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, akhirnya berhasil dibekuk jajaran Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Jembrana.

Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan intensif atas aktivitas ilegal perdagangan satwa laut dilindungi yang sempat meresahkan masyarakat. Kini tersangka telah diamankan di Polres Jembrana untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, didampingi Kasat Polairud AKP I Putu Suparta serta Kasi Humas Polres Jembrana Ipda I Putu Budi Arnaya saat press release di Aula Polres Jembrana. Rabu (9/4/2025), menyatakan bahwa tersangka dijerat dengan pasal 40A ayat 1 huruf d dan e jo pasal 21 ayat 2 huruf a dan b Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2024, sebagai perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan aksi tersebut bersama dua orang lainnya berinisial DI dan T alias Botok. Saat ini kami masih mendalami keterangan dan melakukan pengembangan kasus,” ujar AKBP Tri Purwanto.

Lebih lanjut dijelaskan, motif tersangka terungkap karena tergiur dengan keuntungan besar dari penangkapan dan perdagangan penyu hijau secara ilegal. Padahal, penyu hijau merupakan satwa yang dilindungi karena keberadaannya yang kian langka di perairan Indonesia, termasuk perairan Bali.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi praktik penyelundupan penyu atau satwa laut lainnya. Siapapun Kapolresnya, pasti memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan laut dan satwa dilindungi,” tegasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika mengetahui adanya praktik perburuan atau perdagangan ilegal satwa. “Mari bersama-sama kita jaga ekosistem laut, karena keberadaan satwa seperti penyu sangat penting untuk keseimbangan lingkungan,” pungkasnya. (zed)